TINJAUAN PENERAPAN TOBIN TAX DI INDONESIA

  • Mohammad Djufri --

Abstract

Volatilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknis analitis berupa studi literatur. Data yang dianalisis bersumber dari berbagai dokumen yang dipublikasi beberapa pihak terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa walaupun beberapa instrumen keuangan telah dikenai pajak, namun secara khusus pengenaan pajak untuk tujuan menjaga volatilitas nilai tukar dari sisi perpajakan hingga saat ini belum dilakukan. Di beberapa negara, untuk meredam volatilitas nilai tukar ini salah satunya adalah dengan menerapkan Tobin Tax, yaitu pajak yang dikenakan atas transaksi valuta asing khususnya transaksi yang bersifat jangka pendek dan spekulatif dengan tarif berkisar 0,1% hingga 0,5%.  Walaupun Pengenan Tobin Tax sendiri masih diperdebatkan beberapa pihak, namun kebijakan ini dapat dipertimbangkan untuk diterapkan, karena selain untuk meredam volatilitas nilai tukar akibat keluarnya modal asing (capital outflow) sekaligus sebagai sumber penerimaan negera, namun tetap diperhatikan prinsip kehati-hatian dan memerlukan kajian lebih lanjut.

Published
2018-11-09
How to Cite
Djufri, M. (2018). TINJAUAN PENERAPAN TOBIN TAX DI INDONESIA. Simposium Nasional Keuangan Negara, 1(1), 23-40. Retrieved from https://jurnal.bppk.kemenkeu.go.id/snkn/article/view/210